Gejala Hipospadia

| | 0 Comments

Hipospadia Pada Anak, Kenali Gejala dan Penanganannya

Lalu apa saja gejala hipospadia ini? Berikut beberapa gejala hipospadia diantaranya :

– Lubang uretra berada di dekat ujung, bagian tengah, atay di pangkal Mr.P (dekat skrotum). 

– Kulup yang terlihat menaungi ujung Mr.P

– Mr.P yang melengkung ke bawah akibat pengencangan jaringan di bawah Mr.P

– Percikan abnormal yang terjadi ketika buang air kecil

Penyebab Hipospadia

Perlu diketahui bahwa hipospadia ini merupakan kelainan yang terjadi sejak lahir. Adapun penyebab pasti hipospadia ini belum diketahui hingga sekarang ini. Namu ada beberapa hal yang diduga kuat menjadi pemicu terjadinga hipospadia diantaranya :

* Memiliki anggota keluarga dengan kondisi yang sama

* Terkena paparan asap rokok atau pestisida selama kehamilan

* Terhambatnya kerja hormon testosteron sehingga pertumbuhan Mr.P terganggu

* Usia bunda hamil di atas 40 tahun

Diagnosis Hipospadia

Pada umumnya diagnosis hipospadia bisa segera dilakukan setelah bayi dilahirkan. Dimana, diagnosis bisa dilakukan melalui pemeriksaan fisik pada Mr.P dan tidak membutuhkan pemeriksaan lain. Namun pada penderita hipospadia yang parah, dibutuhkan pemerikasaan lebih lanjut untuk memastikan  ada atau tidaknya keabnormalan pada alat kelamin bayi. Maka dari itu, sang dokter akan menganjurkan pemeriksaan kromosom dan pemindaian area genital.

Pengobatan Hipospadia

Apabila ada seorang anak positif didiagnosis hipospadia, namun penanganan medis belum tentu diperlukan. Hal ini sangat tergantung pada tingkat keparahan hipospadia yang dialami. Adapun tujuan dari penanganan hipospadia ini diantaranya adalah :

* Memb uat Mr.P tidak membengkok saat ereksi

* Membuat urine mengalir keluar melalui ujung depan Mr.P

* Membuat Mr.P nampak senormal mungkin

Dalam hal ini, jika posisi lubang kencing sangat dekat dari posisi yang seharusnya serta bentuk penis tidak melengkung, maka penanganan tidak dibutuhkan. Namun apabila letak lubang kencing jauh dari posisi normalnya, maka perlu dilakukan operasi. Dimana, operasi ini dilakukan untuk menempatkan lubang kencing ke posisi yang seharusnya dan untuk memperbaiki kelengkungan penis.  

Operasi bisa dilakukan kapan saja, namun idealnya adalah saat anak berusia 4 bulan hingga 1,5 tahun. Dimana, dokter bedah akan memposisikan uretra pada lokasi yang seharusnya. Sedangkan pada bentuk Mr.P yang melengkung ke bawah yang disebabkan pertumbuhan kulup yang tidak normal,  maka dokter akan memperbaikinya sehingga Mr.P akan kemabli ke bentuk yang normal. Dokter bedah juga bisa melakukan cangkok jaringan tubuh yang diambil dari kulup atau bagian dalam mulut untuk merekonstruksi saluran urine apabila lubang uretra berada di dekat pangkal Mr.P. Jaringan dari kulup ini biasanya diperlukan dalam operasi ini sehingga proses sunrt sebelum prosedur rekonstruksi ini selesai dilakukan harus ditunda terlebih dahulu. 

Komplikasi Hipospadia

  1. Sang anak akan kesulitan untuk belajar buang air kecil di kamar kecil
  2. Bentuk Mr.P yang tidak normal
  3. Terjadi gangguan ejakulasi tidak normal
  4. Gangguan psikilogis akibat anak tidak percaya diri dengan alat vitalnya
  5. Mr.P melengkung tidak normal saat ereksi

Mungkin itu saja artikel kali ini tentang seputar hipospadia semoga ada guna dan manfaatnya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *