Puasa Asyura Itu Apa Sih? Yuk Kita Cari Tahu

| | 0 Comments

Bak Puasa Setahun, Ini 5 Keutamaan Puasa Syawal yang Wajib Kamu Tahu! 

Memang tidak bisa dipungkiri lagi, bahwa puasa Asyura merupakan salah satu dari sekian banyaknya jenis puasa tahunan yang mempunyai keutamaan lebih di unggulkan bagi mereka yang menjalaninya. Seperti yang dikutip dari salah satu hadist, yang menjelaskan bahwa keutamaan puasa Asyura itu bisa menghapus dosa setahun yang lalu. Selain itu, puasa Asyura juga bisa dikatakan sebagai kifarat terhadap dosa setahun lalu yang telah diperbuat, dan itu pun didapatkan hanya oleh orang-orang yang menjalankan puasa. 

Hari Asyuro itu sendiri jatuh pada tanggal 10 bulan Muharram, dimana tanggal tersebut juga menjadi hari yang dimuliakan daripada yang lainnya. Mengapa demikian? Soalnya, ada beberapa peristiwa yang sangat penting dibalik tanggal tersebut, seperti terciptanya Nabi Adam AS di dalam surga, naik dan sejajarnya perahu Nabi Nuh AS dengan bukit Juudy, terbelahnya lautan oleh tongkat Nabi Musa AS, lahirnya Nabi Isa AS, diangkatnya Nabi Isa AS ke langit, kesembuhan penyakit Nabi Ayub dari penyakit, keselamtan bagi Nabi Yusuf dari sumur pembuangan, diangkatnya Nabi Sulaiman AS menjadi raja, hingga ampunan Allah SWA untuk Nabi Muhammad SAW. 

Mengingat akan hal itu, maka tak heran jika pada hari Asyura lebih utama di jadikan sebagai momen untuk memperbanyak amalan-amalan ibadah. Ya, amalan-amalan yang dianjurkan tersebut diantaranya seperti puasa sunnah, sodaqoh, mengunjungi orang alim yang soleh, membaca QS Al Ikhlas 1000 kali, silaturahim, menengok orang sakit, mengusap kepala anak yatim, dan masih banyak lagi. Disamping itu, jangan lupa juga untuk disertai dengan melaksanakan shalat dhuha di pagi hari. 

Perihal keutamaan puasa Asyura seperti yang sudah disebutkan pada ulasan diatas tadi, sebagaimana telah tertulis dalam sebuah hadist yang berisi “Aku tidak pernah mendapati Rasulullah SAW menjaga puasa suatu hari karena keutamaannya dibandingkan hari-hari yang lain kecuali hari ini yaitu haru Asyura dan bulan ini yaitu bulan Ramadhan.” (HR Muslim). Ada hadist lain juga yang berkata “Puasa di hari Asyura, sungguh saya mengharap kepada Allah bisa mengugurkan dosa setahun yang lalu,” (HR Abu Daud). 

Terdapat juga anjuran untuk menjalankan puasa Tasu’a, yang jatuh pada tanggal 9 bulan Muharram atau sehari sebelum puasa Asyura yang mengacu pada salah satu hadist, dimana Rasulullah bersabda “Andai aku (masih) hidup pada tahun depan, niscaya aku akan berpuasa pada hari ke Sembilan dan ke sepuluh (dari bulan Muharram).” Tapi sayang, pada waktu tersebut Rasulullah SAW keburu meninggal dunia. 

Abu Qotadah Al Anshory berkata, “Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam ditanya mengenai keutamaan puasa Arafah? Beliau menjawab, “Puasa Arafah akan menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” Beliau juga ditanya tentang keistimewaan puasa Asyura? Beliau Menjawab, “Puasa Asyura akan menghapus dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim no. 1162). 

Dari Abu Hurairah, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa pada bulah Allah – Muharram. Sementara shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam,” (HR. Muslim no. 1163). 

Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhuma berkata bahwa ketika Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam melakukan puasa hari Asyura dan memerintahkan umat Islam untuk melakukannya, pada saat itu ada yang berkata:

“Wahai Rasulullah, hari ini adalah hari yang diagungkan oleh Yahudi dan Nasrani?”. kemudian beliau menjawab. Apabila tiba tahun depan – Insha Allah (jika Allah menghendaki) – kita akan berpuasa pula pada hari kesembilan.” 

Ibnu Abbas berkata: “Belum sampai tahun depan, Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sudah keburu meninggal dunia.” (HR Muslim no. 1134)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *